27 – 29 Desember 2008 kami yang sebagian anggota dari gaspala adventure telah melakukan ekspedisi slamet tepatnya pada malam satu Syuro. Kami 9 anak Ozie,anwar,begog,kesod , edi ,kakange hari,kancane kakange harie,indra,cah UNS, telah melakukan pendakian Gunung Slamet,Lewat jalur Bambangan yang berujung pada ekspedisi yang sempat membuat Stress kami semua. Kami bersembilan rencana naik pukul 20.00 wib,tapi berhubung teman kami 3anak rombongan begog yang naik bus belum nyampe basecamp,jadi kita tunda.pendakian dimulai pukul 22.00 wib.Rutinitas pendakianpun kami lakukan,berdoa bersama didepan basecamp,dan anehnya sang pemimpin doa tidak ber doa agar bisa muncak,dan hanya berdoa agar tujuan pendakian ini tercapai.dan serempak kami 8orang mengAMINi doa yang dipimpin oleh Bang Edi yang menjabat sebagai ketua Gaspala Angkatan Embun Pagi.Dan anehnya lagie 9anak termasuk saya,gag ada yang mempunyai tujuan muncak,dan dari awal kami tidak merasakan hawa-hawa akan naik gunung.Dan kita sama sekali ga ada yang mengucapkan kata-kata puncak.Alhasil,awal kita turun dari jalur pedesaan,masuk daerah ladang penduduk ada percabangan pertama belok kanan ataw kiri,kesod sudah agak jauh survei kanan,tapi berhubung kita – kita sedang demam dengan kata Ngewe,yang dalam bahasa indonesia Ngewe=kiri,jadi kita putusin untuk berbalik kearah kiri.. Semakin jauh kita berjalan,ternyata kita nyasar dijalur penghijauan.dan kita coba potong kompas kekenan, walhasil jalur pun kita temukan.kita pun telusuri pahit maniesnya jalur tersebut.Lama kelamaan setelah kita mengamati Vegetasi dekat jalur,banyak pohon tumbang bekas golok tebas,ada kumpulan gelonggogan kayu.fakta2 tersebut membuat kita sadar kalau jalur yang sedang kita lewati ternyata jalur penebangan.Setelah 4jam perjalanan,akhirnya kita menemukan kebuntuan jalan,walhasil kita pun mengadakan RIDP yaitu Rapat Intern Dewan Pendakian.Dengan Fasilitas rapat seadanya,akhirnya rapat pun menghasilkan sebuah putusan yang kita semua sepakati,yaitu kita turun sedikit untuk mencari tanah yang sedikit lapang untuk mendirikan dum.Dan akhirnya kita pun ng-camp ditempat yang agak miring.Setelah camp berdiri kukuh,kita langsung membuat api unggun dan memasak bikin kopi tubruk dan mie instan ala kadarnya pendaki lain…
Dikala itu,ada sebagian yang memutuskan buat tidur langsung yaitu indra sama anak UNS.Tujuh anak lainya masih sibuk diluar memasak dan manghangatkan tubuh karena suhu disaat ituw bener2 menggila dinginya.lama kelamaan ketujuh anak yang diluar satu per satu mutusin untuk masuk ke tenda dan tidur.hingga sampai menjelang subuh tinggal dua anak yang tersisa,sie kakange begog dan aries kesod.tinggal berdua yang masih bertahan,lama kelamaan mereka pun merinding dan keduanya masuk tenda yang berbeda,namun mereka didalam tidak tidur.
Menjelang subuh,keduanya mendengar suara langkah kaki yang arahnya mendekati tenda. Keduanya sangat ketakutan karena mereka masuk tenda yang berbeda dan mereka berdua menganggap hanya mereka yang masih buka mata dan belum tidur.Aries kesod pun gemetar ketakutan yang kebetulan satu tenda dengan saya dan saya bersama 3anak lainya sudah tidur.kakange harie pun ketakutanhingga memegang erat2 pintu tenda takut makhluk akan masuk tenda dan berbuat yang tidak diinginkan.Lama kelamaan makhluk itu pun mendekati api yang belum mati pada saat itu.api uggun pun terlihat semakin aneh,kadang meredup kadang semakin menyala terang.kedua tersebut melihat fenomena didepannya yang terhalang tipisnya dum yang dipakainya untuk berlindung dikala apapunmembisu seketika dan kaku tak berani berbuat sesuatu ataupun bergerak.peristiwa tersebut berlanjut hingga pagie . keduanya pun terdiam dan tak berani beercerita satu sama lain karena mereka merasa perjalanan kedepan kita semua gag ada yang tahu apa yang akan ditemui dan saat itu kita ga tau ada disebelah mana ditempat apa saat itu,mereka berdua yang merasa hanya mereka masing2 yang tau,memutuskan pura – pura tidak tau apa apa.. ber sambung duluw yah capek neh.. besok tak lanjutin